Sunday, July 24, 2011

Pelangi Kehidupan

Sunday, July 24, 2011
Ada sebuah kisah yang patut menjadi renungan kita bersama bagaimana kita mensikapi hidup dan perjuangannya. Pada suatu ketika seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Gembira hati orang tersebut karena telah melepaskan kesulitan yang diderita oleh kupu-kupu itu. Namun, kupu-kupu tadi mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Dari kisah tersebut kalau kita renungi kadang-kadang yang namanya perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.Tetaplah berjuang…berusaha…dan berserah diri…Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.
                                                                                                                                                     "Bersyukurlah karena kamu belum memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan.                                seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan. Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu,karena itu memberimu kesempatan untuk belajar.                                                                                        Bersyukurlah untuk masa-masa sulit,karena di masa itulah kamu tumbuh.                                              Bersyukurlah untuk keterbatasanmu,karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang.                      Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru,karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu".
Kehidupan adalah suatu perjuangan yang tak pernah ada habisnya,sampai kelak menhadap yang Maha Kuasa,selalu saja ada masalah dan berbagai cobaan yang datang menghiasi warna kehidupan layaknya pelangi yang indah,kata-kata itulah yang selalu tegar dalam menghadapi segala masalah yang datang,meski tak jarang saya juga terjerembab/jatuh dalam keputusasaan,ya,saya selalu yakin kalau kehidupan saya adalah perjuangan.
"Perjalanan hidup manusia di dunia bagaikan mata air jernih menjadi sungai berliku – liku, dicemari sampah – sampah kehidupan, kena polusi duniawi, airnya jadi kotor dan busuk, namun lautan selalu menerima air kotor – busuk yang kembali kepadanya. Air kotor dibersihkan diangkat derajatnya jadi awan bening lagi jadi air hujan dan bermanfaat lagi. Demikian juga Allah lautan ampunan, lautan kasih sayang akan menerima siapa saja yang kembali kepada – Nya.Tuhan akan mengangkat manusia dari keterpurukan bagi yang bertawakal dan bertakwa kepada-Nya".

0 comments:

Post a Comment